Sering Diilikan

Monday, March 7, 2016

Sekilas Tentang Mbah Muhidin Parung Sapi Jasinga








Embah Muhidin atau Syeikh Kamil Muhyidin adalah seorang ulama pada akhir abad – 19.  Menurut penuturan dari beberapa keturunannya yang masih mengelola pondok pesantren, Embah Muhidin berasal dari “Banten”. Diceritakan pula bahwa Ki Abidin seseorang yang berasal dari sebuah kampung di sebelah timur Jasinga merantau ke Banten dan bertemu dengan beliau di sana. Embah Muhidin pada waktu itu tinggal di Banten dan sempat belajar ilmu Agama dari ulama terkemuka Syeikh Nawawi Al Bantani (sewaktu beliau di Mekkah). Setelah sekian lama bersama Embah Muhidin, kemudian Ki Abidin menikah dengan Maimunah,  kakak tertua Embah Muhidin. 

Selanjutnya Ki Abidin mengajak beliau ke daerah Jasinga dalam upaya dakwah dan syiar Islam. Ki Abidin berharap agar masyarakat Jasinga dapat mengkaji agama Islam. Beliau tidak menolak ajakan itu, dan pindah ke Jasinga bersama sanak keluarganya. Setibanya di Jasinga, Embah Muhidin dan kerabatnya diberi sebidang tanah oleh Ki Abidin untuk dijadikan pondok pesantren. Lalu beliau pun mendirikan sebuah pondok pesantren di tanah tersebut. Dengan berbekal ilmu Tauhid, fikih, tafsir dan tasawuf yang beliau kuasai, beliau mengajarkan kepada santrinya ilmu – ilmu keagamaan. Setelah berkembang, banyak rumah – rumah yang dibangun disekitar pesantren dan kemudian menjadi sebuah kampung yang sampai sekarang bernama kampung Parung Sapi. Pada waktu itu penduduk Parung Sapi hidup mengikuti tradisi – tradisi pesantren dan mungkin karena itu pula lah daerah tersebut dinamakan Parung Sapi Kaum. 

Embah Muhidin menjadi tempat rujukan masyarakat Jasinga dan sekitarnya yang ingin belajar dan mendalami islam. Mereka datang secara rutin untuk mendapatkan wejangan atau nasehat – nasehat agama untuk dijadikan pedoman hidup. Setelah Embah Muhidin wafat pada tahun 1933, pengelolaan pesantren dilanjutkan oleh putranya KH Abdul Muhyi. Di ceritakan KH Abdul Muhyi adalah salah seorang putra Embah Muhidin yang pernah belajar di Sukabumi dan sempat pula menjadi Wedana Jasinga pada tahun 1945.

KOMPLEK PEMAKAMAN 
        Komplek pemakaman  Embah Muhidin terletak di kampung Parung Sapi Desa Kalongsawah Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Dalam komplek makam Embah Muhidin terdapat beberapa makam kelurganya, diantaranya makam Hj. Ratna {istri beliau}, Hj.Permas {Putri beliau}, dan makam KH Abdul Muhyi. Sedangkan di luar komplek terdapat beberapa makam diantaranya makam Embah Ubang yang tiada lain adalah ayah dari Embah Muhidin, beserta istrinya dan makam Maemunah {kakak perempuan beliau}, serta makam Ki Abidin {kakak Ipar beliau}. Setiap malam jum’at para peziarah datang dari berbagai pelosok Jasinga bahkan dari luar Jasinga untuk menziarahi makam beliau. Adapun kakak kandung Embah Muhidin yang bernama Sulaeman dimakamkan di kampung Tipar Desa Argapura Kecamatan Cigudeg.

SILSILAH EMBAH MUHIDIN
Embah Muhidin adalah keturunan ulama – ulama Banten. Beliau adalah putra Embah Ubang putra dari Nyimas Uji (yang diperistri oleh Tumenggung Purba dari Sumedang), sedangkan Nyimas Uji adalah putri syekh Zaenul Asyikin putra dari Syekh Syifa Zaenul Arifin, putra Syekh Zaenul Abidin, Putra Sultan Haji Mansur. Sampai pada Sultan Haji Mansur silsilah yang di ketahui keturunannya. Jika ditelusuri silsilah tersebut merupakan garis keturunan sultan Banten, hanya saja oleh keturunannya diberi gelar Syekh. Dari referensi lain garis keturunan Embah Muhidin itu bila di telusuri sampai pada Raja Padjadjaran Sri Baduga Maharaja Siliwangi dari putrinya Rara Santang bukan dari keturunan Walangsungsang. 

Bila diruntut hierarki keturunannya bisa digambarkan sebagai berikut : 

SILSILAH EMBAH MUHIDIN SAMPAI SRI BADUGA MAHARAJA SILIWANGI



 
SriBaduga Maharaja Siliwangi 

Rara Santang / Syarifah Mudaim


Sunan Gunung Jati / Syarif Hidayatullah
Sultan Maulana Hasanuddin

Sultan Maulana Yusuf

Sultan Maulana Muhammad

Sultan Abdul Mufakir Abdul Kadir Kenari

Sultan Abdul Ma'ali Muhammad

Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Haji Mansur / Abu Nasr Abdul Kahar

Sultan Muhammad Zaenal Abidin

Sultan Muhammad Sifa Zaenul

Sultan Muhammad Arif Zaenul Asyiqin

Nyi Mas Uji

Mbah Ubang

Syeikh Muhidin


















































No comments:

Post a Comment