








Gambar1
Djasinga2_1955 FIPIA Labolatories
Gambar2
Djasinga1_1955 FIPIA Labolatories
Gambar3 COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_polikliniek_en_ziekenzaal_van_het_ziekenhuis_in_Djasinga_TMnr_60014686 1925
Gambar4 COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_polikliniek_van_het_ziekenhuis_in_Djasinga_TMnr_60014685 1925
Gambar5 COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_rivier_met_sterke_stroming_bij_Djasinga_tussen_Bogor_en_Rangkasbitung_West-Java_TMnr_10004455 1939
Gamber6 COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_rivierbedding_bij_Djasinga_in_het_gebied_Bantam_West-Java_TMnr_10004454 1940
Gambar7 COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Familiebegraafplaats_in_Djamboe_van_de_familie_Van_Motman_TMnr_60016694 1920-1930
Gambar8 COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_interieur_van_de_ziekenzaal_in_Djasinga_TMnr_60014687 1925
Gambar9 COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Riviergezicht_bij_landhuis_Djasinga_TMnr_60016680 1920-1930
Labels: GAMBAR
KAPOLRI PERTAMA RI ORANG JASINGA ?
RS Soekanto Tjokrodiatmodjo Kapolri Pertama [29 Sept 1945 - 14 Des 1959]
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo merupakan Kepala Kepolisian Negara (KKN) yang pertama. Sekarang lebih dikenal dengan nama Kepala Kepolisian Republik
Masa kecil Soekanto diwarnai suasana disiplin. Hal itu dikarenakan jabatan ayahnya yang merupakan seorang pamong praja. Sebagai anak seorang priayi, Soekanto tidak kesulitan dalam menempuh pendidikan formal. Pada umur 5 tahun, ia masuk
Setelah keluar dari RHS, pada tahun 1929, ia mengajukan lamaran ke Sekolah Aspiran Komisaris Polisi. Akan tetapi, lamaran itu ditolak dan ia malah ditawarkan untuk mengikuti pendidikan Hoofd Agent (kursus agen polisi). Tawaran itu ditolak Soekanto. Setahun kemudian, Soekanto menerima telegram bahwa ia dipanggil untuk mengikuti pendidikan Sekolah Aspiran Komisaris Polisi (Aspirant Commisaris Van Politie). Hal itu sangat ia syukuri karena pada saat itu sulit rasanya bagi orang pribumi untuk masuk ke sekolah tersebut. Soekanto merupakan siswa Angkatan VIII. Lama pendidikan yang harus ditempuh selama 3 tahun dan tiap tahun ada kenaikan tingkat tanpa kenaikan pangkat. Tahun pertama dilalui dengan lancar. Ketika naik ke tingkat II, Soekanto melangsungkan pernikahan. Ia menikah dengan Hadidjah Lena Mokoginta pada tanggal 21 April 1932 di sebuah bungalow di daerah Selabintana, Sukabumi. Pernikahan itu menambah semangat dia untuk segera menamatkan pendidikannya. Sebelum lulus, Soekanto menjalani praktek selama 2 tahun di kantor kepolisian Jatinegara. Pada tanggal 1 Agustus 1933, Soekanto berhasil menamatkan pendidikannya dengan pangkat Komisaris Polisi Kelas III.
Tugas pertama Soekanto berdasarkan Keputusan Directur van Binnenlandsch Bestuur Nomor 2/73/10 adalah di Stads Politie (Kantor Besar Polisi)
Sumber: www.museum.polri.go.id
Labels: ARTIKEL

Kampung Lawang Taji berada di daerah Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Jasinga.
kampung ini terletak di daerah perbukitan dekat aliran sungai Cidurian.
Menurut penuturan Ma Nursih (Ma Uci) berusia 80 Tahun, salah satu keturunan Buyut Sura yang tinggal di Lawang Taji. Kampung Lawang Taji di buka oleh Buyut Buara (Langlang Buana) yang menikah dengan Buyut Ratu, keduanya berasal dari Banten. Mereka mempunyai seorang anak bernama Buyut Putih yang tinggal di Kampung Lawang Taji. Buyut Putih menikah dengan Buyut Sura yang berasal dari Cirebon. Ma Nursih (Ma Uci) adalah Seorang Dukun bayi (Paraji) di kampung tersebut.

Di kampung Lawang Taji terdapat pula Patilasan Prabu Taji Malela dari Sumedang. Menurut penuturan masyarakat Lawang Taji artinya “Nu ngabela Panto tempat Elang Taji”. Bahkan ada sumber yang menyebutkan dari para sesepuh bahwa Lawang Taji merupakan gerbang Pajajaran untuk wilayah barat.
Kalakay Jasinga, Juli 2008
Labels: FOKLORE

