Posts

CIKAL BAKAL KABUPATEN LEBAK

CIKAL BAKAL KABUPATEN LEBAK 
Pada masa Maulana Yusuf (1570-1580) wilayah kesultanan Banten membentang dari pesisir utara sampai wilayah pedalaman termasuk wilayah Pakuan Pajajaran yang ditaklukan Banten dan dibantu Cirebon pada tahun 1579. Para ponggawa Pajajaran yang ditaklukan kemudian diislamkan dan dibiarkan memegang jabatannya semula, dengan demikian gangguan yang dikhawatirkan datang dari pajajaran sudah berkurang.

Namun menurut sumber setempat (jagat pakidulan) atau Bayah yang sekarang menjadi Kabupaten Lebak dulunya daerah tersebut tidak aman karena masih sering terjadi kekacauan. Untuk mengamankan Jagat Kidul Penguasa Banten memerintahkan Dalem Jasinga Rd. Mas Tirta Kusumah untuk mengamankan daerah selatan ini. 

Untuk melaksanakan perintah penguasa Banten, Dalem Jasinga pindah dari Jasinga (Bogor) ke Bayah yang diikuti oleh seluruh perangkat pemerintahannya. Sementara itu dengan pindahnya Jasinga ke Bayah maka status jasinga berubah menjadi setingkat kademangan. Jadi menurut sum…

PERJALANAN SINGKAT R. IPIK GANDAMANA SEBAGAI BUPATI PERTAMA BOGOR (1948-1949)

PERJALANAN SINGKAT R.IPIK GANDAMANA SEBAGAI BUPATI PERTAMA BOGOR (1948-1949)                                
        Pada tahun 1946 R.Ipik Gandamana diangkat menjadi Patih Bogor, saat  itu wilayah Bogor dalam kondisi mencekam, menegangkan karena kemarahan pihak sekutu terhadap maraknya pembentukan pasukan-pasukan dari rakyat Indonesia. Peperangan tentara sekutu dan tentara rakyat terjadi di daerah Sindangbarang dan Ciampea.
R.Ipik Gandamana menerima tugas dari pemerintah RI untuk menyusun pemerintahan kabupaten Bogor darurat dengan susunan sebagai berikut :
Bupati                    : R.Ipik Gandamana Sekretaris               : Bahrudin Rifa’i       Keuangan               : Purawidjaja P.U                        : R. Sutadjab / M.Soleh      Perekonomian          : Udi Bahrudin Umum                    : Gafur       Sosial                    : R. Tjetje Moh .Soleh Penerangan             : E.M. Kahfi Kesehatan               : Dr. R. sahid/ Dr. R. muhtar Kepolisian               : H. M. moh. Hasan
  …

NISAN RUMAH TUAKU (Sebuah Puisi)

Nisan Rumah Tua ku

Aku hanya bisa menatapmu terharu Setiap kali engkau mengunjungi rumahku Aku tak mampu menjawab membisu Setiap kata yang kau ucap, ini nisan siapa? Aku hanya bisa menitipkan salam selamat datang Lewat daun-daun kering yang berserakan Pada burung-burung yang bertengger diatas nisanku Pada tanah merah yang menghangatkanku Kusampaikan rasa terima kasihku yang tulus Lewat angin yang berhembus menerbangkan butiran tanah lewat gesekan ranting pepohonan dan gemericik air Terima kasih kalian telah berkunjung kerumah tuaku ini Dan memberiku sepetak tanah tempatku merebah Dari lelahnya perjuangan panjang berabad lalu.

Jasinga, 25 January 2009, 12.15

Yana Mevlana (kalakay Jasinga) http://kalakayjasinga.blogspot.com

GUNUNG DANGKA JASINGA

GUNUNG DANGKA OR A PARADISE ON EARTH ; A TALE OF SUPERSTITION
By Jonathan Rigg, Esq.

The native of Sunda or Western Java, like their uninstructed brethren all over the world, are a superstition race ; their superstitions, however, are seldom, if ever, of a savage or gloomy nature, and would be deserving of ridicule, rather than of anger, were it not that we constantly observe the more knowing part of the community avail of this weakness to dupe their fellow-men. In the presence of a stranger and more particularly of an European, the native is especially careful to conceal his moral failings ; he must often feel and indeed I have frequently heard him express his opinions as to the craft of his priest or his augur, but such is the slavish imbecility of his mind, that he dares not manfully defy what habit and antiquity have authorized. No superstition is more prevalent than the respect shown to particular spots, which are supposed to be sacred, and in which wonderful supernatural powers…

PAGELARAN SENI JASINGA

Image
PAGELARAN SENI BUDAYA  JASINGA NANGTUNG NANJERKEUN SENI NGARAKSA SUNDA















JASINGA BANDUNG SUMEDANG LEMBANG

Image
FOTO-FOTO PERJALANAN 
JASINGA - BANDUNG - SUMEDANG - LEMBANG




















TERJEMAHAN NASKAH SANGHYANG TATWA AJNYANA

Isi terjemahan Naskah Sanghyang Tatwa Ajnyana :


Inilah ajaran yang harus diperhatikan. Ini adalah untuk diamalkan oleh orang yang lewat dari raga, yang lepas dari bayu sabda hidep. Lewat dari rasa jasmani, lebih dari hidup, yang mengingat ajaran Sang Manon, lewat dari ruh yang agung, lebih dari yang tak tergambarkan acintya pada nyana ajnyana, ruh dalam ketiadaan. Ini dari yang sekarang, yang menunjukkan kepada raga, yang dinamakan bayusabda hi /1v/dep, yang melihat dan mendengar,dengan rasa, jasmani, hidupnya ruh, mengingat ajaran Sang Manon yang agung, yang dinamakan sekarang, yaitu kegaiban bayu sabda hidep. Demikian.
Ini yang mempunyai raga, yang mengeluarkan bayu sabda hidep, yang selalu melihat dan mendengar,yang menyebabkan adanya rasa pada jasmani, yang menyebabkan hidupnya ruh, inti kegaiban /2r/ yang agung. Demikian. Ini adalah bersatunya ruh raga jasmani, yang mengeluarkan bayu, takkan terkena bayu. Ini adalah yang mengeluarkan sabda takkanterkena sabda. Ini adalah yang menge…