Uga Jasinga

"Dina hiji mangsa bakal ngadeg gedong hejo anu bahanna aya di leuwi curug, leuwi sangiang jeung nu sawarehna aya di girang. Ciri ngadegna gedong hejo lamun tilu iwung geus nangtung nu engke katelahna awi tangtu. Didinya bakal ngadeg gedong hejo di tonggoheun leuwi sangiang" * TiKokolot Jasinga*.

GANJENE CIREBON

GANJENE CIREBON
Hari jadi Kota Cirebon ke-639

Pesta rakyat yang bertajuk Ganjene Cirebon merupakan bentuk apresiasi masyarakat Cirebon dalam rangka hari jadi kota Cirebon yang ke 639. Ganjene Cirebon berarti Genitnya Cirebon dimaksudkan agar masyarakat Cirebon lebih kreatif dan dinamis dalam meramaikan peringatan hari jadi kota Cirebon.

Hari jadi kota Cirebon bertepatan dengan tanggl 1 Muharram yang merupakan tahun baru hijriyah. Lahirnya kota Cirebon merujuk pada peristiwa ketika Pangeran Walangsungsang membuka pedukuhan Cirebon pada tahun 1367 Saka atau 1445 Masehi dan tepat pada tanggal 1 Muharam.

Pada perayaan ini terdapat beberapa titik pertunjukan kesenian di kota Cirebon. Kesenian yang ditampilkan yaitu Wayang Purwa, Sandiwara Klasik, Kirab Budaya dan 14 kesenian dalam pesta rakyat Cirebon. Khusus di Keraton Kanoman diadakan acara baca Babad Cirebon yang merupakan ritual tahunan keraton.

Pembukaan hari jadi Cirebon diawali dengan Kirab Budaya yang menampilkan arak-arakan prajurit keraton dari Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan serta kesenian khas Cirebon yaitu Burok dan Genjring Dog-dog. 

Masyarakat pun diikut-sertakan dalam Kirab Budaya ini menampilkan arak-arakan Santri dan Komunitas Sepeda Ontel. Arak-arakan prajurit keraton jarang sekali ditampilkan dan biasanya hanya dalam acara Grebeg Maulud saja. Jelas sekali ini adalah sebuah eksistensi keberadaan keraton. 

Kirab Budaya mengambil start dari alun-alun Kasepuhan dan rute yang dilalui adalah jalan-jalan yang berada di pusat kota Cirebon dengan tujuan akhir balai kota Cirebon

Sepanjang arak-arakan diguyur hujan deras tetapi tidak menyurutkan semangat peserta kirab dalam menampilkan ekspresinya. Masyarakat Cirebon yang datang dari berbagai penjuru dan bahkan datang dari luar kota Cirebon secara antusias menyaksikan Kirab Budaya. Arak- arakan memasuki kantor walikota Cirebon dan disambut oleh walikota Cirebon.

Keesokan harinya pada tanggal 28 Desember 2008, didepan balai kota Cirebon diadakan acara pesta rakyat Cirebon.

Acara yang diselenggarakan oleh Disbudpar Pemkot Cirebon ini menampilkan 14 macam kesenian Cirebon, pameran produk kerajinan serta jajanan kuliner khas cirebon. 14 kesenian yang dipertunjukkan adalah Tari Topeng, Sintren, Tarling Klasik, Burok, Sampyong, Berokan, Genjring dog-dog, Wayang Wong, Barongsai, Macapat Babad Cirebon, Gembyung, Jagal Regol, Tayuban dan Renteng. Diantara kesenian yang bersifat magis terutama Tari Sintren, Topeng Beling, Debus (Genjrog Dog-dog), Berokan dan Tari Topeng.

Acara ini dibuka oleh walikota Cirebon pada pukul 09.30 dan berakhir pada pukul 24.00. warga berduyun-duyun dengan antusias melihat pertunjukan kesenian yang memang sebagian diantaranya jarang sekali ditampilkan. Warga pun berharap agar pesta rakyat ini dapat diadakan setiap tahun.


Penulis
Wawan, Kalakay Jasinga
Cirebon, Desember 2008



1 komentar:

  1. kabar Alhamdulillah baik.....Insya Allah sakalian muludan seba ka kanoman

    BalasHapus