Sering Diilikan

Wednesday, April 6, 2016

NGAHUMA TRADISI SUNDA BUHUN

Ngahuma (berladang) adalah suatu sistem atau pola pertanian yang mengubah hutan alam menjadi hutan garapan dengan tujuan untuk menghasilkan pangan terutama padi. Sejak jaman kerajaan Tarumanegara masyarakat Sunda Buhun sudah melakukan pola pertanian ngahuma hingga sampai sekarang tradisi ngahuma masih dilakukan oleh masyarakat Sunda Wiwitan (baduy).

Tidak merubahnya sistem pertanian masyarakat baduy menjadi sistem pertanian sawah seperti wilayah Banten, Jawa Barat dan lainnya, dikarenakan adanya prinsip tabu atau pamali (larangan secara adat) untuk mengolah tanah dengan pola bersawah.

Masuknya hegemoni politik dan budaya mataram jawa di wilayah priangan pada abad ke-17 merubah sebagian cara berladang masyarakat sunda terutama di wilayah priangan dari pola ngahuma menjadi pola bersawah. Ditambah dengan VOC yang berangsur-angsur menguasai wilayah sunda dan memerintahkan rakyat setempat melalui kepala-kepala pribumi untuk menanam tanaman ekspor seperti kopi, yang hasilnya harus diserahkan kepada kompeni (VOC) sehingga menyebabkan masyarakat sunda pedalaman yang bersifat nomaden, mengharuskan bertempat tinggal tetap dan merubah pola hidup.

Bila dilihat dari naskah Carita Parahyangan masyarakat sunda adalah masyarakat peladang yang bersifat nomaden. Sementara bila ditinjau dari aspek ekologis, pola ngahuma dirasakan cukup menjaga keseimbangan ekosistem.


Dalam naskah Carita Parahyangan dijumpai istilah-istilah yang menunjukkan pekerjaan di ladang. naskah ini menyebutkan lahirnya lima orang titisan Panca Kusika, yaitu Sang Mangukuhan, Sang Karungkalah, Sang Katungmaralah, Sang Sandanggreba, dan Sang Wretikandayun.

"... Sang Mangukuhan njieun maneh pa(ng)huma, Sang Karungkalah njieun maneh panggerek, Sang Katu(ng)maralah njieun maneh panjadap, Sang Sandanggreba njieun maneh padagang."

Terjemahan :

"... Sang Mangukuhan menjadi tukang ngahuma (peladang), Sang Karungkalah menjadi tukang berburu (pemburu), Sang Katungmaralah menjadi tukang sadap (pembuat gula merah dari nira enau), Sang Sandanggreba menjadi pedagang."

Kutipan ini menunjukkan bahwa ngahuma, berburu, dan nyadap adalah jenis-jenis pekerjaan di ladang.

Lenyapnya budaya ngahuma di Jawa Barat terjadi akibat perkembangan kehidupan ekonomi, sosial dan perkembangan teknologi pertanian. terkecuali pada masyarakat sunda yang tetap berbudaya tradisional seperti masyarakat Sunda Wiwitan (baduy) yang masih menjaga tradisi ngahuma.


Kalakay Jasinga

No comments:

Post a Comment